Apakah Anda masih ingat dengan bencana gempa dan tsunami yang menerjang Palu tahun lalu? Bencana tersebut memang membawa duka yang mendalam, tidak hanya bagi warga sekitar namun juga masyarakat hampir di seluruh dunia. Tak hanya merenggut korban jiwa, bencana alam yang tidak terduga ini juga memberikan dampak kerugian penurunan ekonomi.

Tentunya hal ini ditimbulkan akibat rusaknya infrastruktur yang juga menghancurkan stok-stok penjualan dan juga tertutupnya akses masuk ke kota ini.

Kerugian Pasca Bencana yang Terjadi Palu

Dalam data terakhir BNPB (Badan Nasional Penanggulan Bencana) mencatat bahwa kerugian materi hampir mencapai Rp 16 triliun akibat dampak bencana alam yang terjadi. Angka kerugian ini menjadi angka yang sangat tinggi dibandingkan angka kerugian ekonomi yang disebabkan oleh bencana alam di Indonesia.

Untuk kerugiannya sendiri, kabupaten yang paling memiliki kerugian yang tebesar adalah Kabupaten Sigi dengan nilai sebesar Rp 7,9 triliun. Sedangkan kabupaten lain memiliki angka kerugian sekitar Rp 631 miliar hingga Rp 4,9 miliar. Tentunya angka-angka tersebut mempengaruhi stabilitas ekonomi kota Palu. Bahkan untuk beberapa bulan pasca gempa pun, eknomi kota ini masih minus dan jauh dari kata stabil.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa bencana alam akan memberikan dampak kerugian. Namun, untuk bencana yang terjadi di Kota Palu ini memang sangat besar sehingga kerugiannya pun cukup besar. Untuk menangani ketidak stabilan ekonomi, pemerintah berupaya untuk melakukan rekonstruksi kota dan mengembalikan akses menuju kota Palu untuk memperlancar berbagai transaksi.

Upaya Rekonstruksi Pembangunan di Kota Palu oleh Pemerintah

Sebagai upaya pembangunan ekonomi kembali pasca bencana alam, pemerintah telah melakukan pembersihan kota dan mengembalikan fungsi-fungsi fasilitas kesehatan umum. Pada bulan Oktober, sudah sekitar 70% dilakukan pembersihan kota dengan pengembalian fungsi Puskesmas dan Rumah Sakit. Bahkan beberapa sekolah juga telah berfungsi kembali sebagai tempat belajar mengajar yang layak.

Oleh sebab itu, pada akhir tahun status kota Palu ditransisikan dari darurat menjadi ke pemulihan tsunami dan gempa. Bahkan untuk sumber dana pembangunan stabilitas ekonomi kota, pemerintah telah menerima beberapa bantuan dari Negara-Negara lain. Untuk sementara, pemerintah telah mengantungi sekitar Rp 25 miliar dari Arab Saudi, Vietnam, Thailand dan juga Pakistan.

 

Selain itu, masih banyak beberapa bantuan yang masih belum diterima. Mulai dari bantuan dana USD 1 juta dari Korea Selatan, 1,5 juta Euro dari Eropa, USD 10 juta dari Venezuela, USD 100.000 dari Vietnam dan masih banyak lainnya. Dari beberapa bantuan tersebut, pemerintah berupaya untuk melakukan rekonstruksi kota yang telah porak poranda. Mulai dari pembangunan kembali bangunan hunian dan fasilitas umum beserta perbaikan akses kota.

Yang menariknya lagi, perekonomian Kota Palu kini sudah memiliki kenaikan yang cukup stabil. Hal ini terjadi tidak hanya akibat dari kerja pemerintah untuk melakukan rekonstruksi kota, tetapi juga terdapat upaya pengembalian ekonomi dari masyarakat sekitar. Beberapa hari setelah terjadinya bencana, masyarakat yang masih memiliki stok barang untuk dijual dan layak memilih untuk memberikan kebutuhan.

Mengingat rusaknya akses menuju kota ini pasca bencana, membuat beberapa petugas sulit memberikan bantuan-bantuan untuk para korban. Untuk menangani masalah ini, beberapa masyarakat mulai aktif berjualan meskipun harga jual yang diberikan sangat tinggi. Hal ini juga selaras dengan imbaun Presiden Joko Widodo yang menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas jual-beli untuk menangani masalah kebutuhan sehari-hari akibat rusaknya akses masuk ke kota.

Dengan adanya partisipasi masyakarat, seraya menunggu bantuan pemerintah, kota Palu secara perlahan menaikan stabilitas perekonomiannya. Peran dua sisi ini membuat kerugian akibat bencana yang sangat besar menjadi perlahan pulih dan kembali normal. Meskipun sudah seidkit stabil, namun perekonomian masih belum pulih 100%. Ada beberapa upaya yang masih dilakukan oleh pemerintah untuk mengembalikan perekonomian kota.

Rencana yang Akan Dilaksanakan dalam Waktu Dekat

Beberapa rencana sebenarnya sudah terlaksana dan masih dalam proses penyelasaian. Untuk membangkitkan kembali perekonomian kota Palu, pemerintah kembali memberikan beberapa upaya penanggulangan bencana dari segi perekonomian. Setelah pembangunan fasilitas dan pembersihan kota, ada langkah rekonstruksi bagunan hunian setelah pembersihan kota dilakukan 100%.

Mulai dari awal tahun 2019, pembangunan hunian untuk korban bencana sudah mulai dilakukan. Hingga kini, pembangunan masih berlanjut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mengingat beberapa fasilitas umum juga ikut tersapu tsunami dan runtuh akibat gempa, pemerintah tidak luput memasukan pembangunan jenis bangunan tersebut.

Selama renstruksi bangunan, Presiden juga telah menginstruksikan untuk memberikan temporary shelter sebagai tempat yang aman untuk ditinggali. Temporary shelter ini dibutuhkan bagi para korban yang tempat tinggalnya sudah habis tidak tersisa. Seraya menunggu pembangunan, maka mereka masih bisa tinggal dengan nyaman.

 

Program tersebut sebenarnya sudah terlaksana, namun mengingat jumlah semakin meningkat maka dilakukan beberapa pembangunan lagi. Sementara untuk rekonstruksi bangunan masih terus belanjut. Untuk bangunan fasilitas umum, seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan juga fasilitas ibadah telah didahulukan. Hal ini dilakukan untuk memulihkan kondisi kota lebih cepat.

Bahkan untuk meringankan bebean ekonomi, Menteri Perekonomian akan mecoba menghapuskan kredit-kredit perbankan untuk menghilangkan beban bagi korban bencana maupun kestabilan ekonomi kota. Sebagai solusi, akan digunakan instrument tambahan natar penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau ultra mikro yang bisa menjadi bantuan sekaligus penstabilan ekonomi kota Palu.

Jika dilihat belakangan ini, fasilitas yang tersedia sudah semakin membaik. Bahkan kondisi kota sudah kembali normal meskipun belum 100% secara menyeluruh. Untuk akses keluar dan masuk kota ini pun sudah sangat pulih sehingga tidak ada hambatan untuk aktivitas perdagangan, pembangunan dan pengiriman bantuan lainnya yang masih berjalan. Jika dibandingkan degan tahun lalu, maka Anda bisa melihat sendiri perbedaan yang signifikan dari Kota Palu.

Bahkan untuk aktivitas perekonomian, kota Palu sudah beranjak pulih dan stabil. Aktivitas perdagangan sudah berjalan dengan lancar dengan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Untuk sektor pendidikan, beberapa sekolah sudah mulai diperbaiki dan proses belajar dan mengajar pun sudah dapat berjalan dengan sangat lancar.

Meskipun kerugian yang dialami sangat tinggi, Kota Palu perlahan dapat bangkit dari keterpurukan. Anda bisa merasakan sendiri pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar berhasil menstabilkan perekonomian. Bahkan hanya dalam hitungan beberapa bulan, status perekonomian ekonomi kota mulai beranjak naik menuju kestabilan.

Dari kota Palu pun kita belajar bahwa musibah yang menimpa bukan menjadikan kita semakin terpuruk. Pada titik terendah pun, masayarakat Palu bergotong royong mengembalikan fungsi kota dan menstabilkan perekonomian kota Palu. Seraya menunggu bantuan dari pemerintah, masyarakat sekitar mencoba untuk memulihkan kebutuhan ekonomi satu sama lainnya. Saling membantu dan membaur menjadi sebuah kunci yang sangat penting untuk pembangunan kembali ekonomi kota pasca bencana alam.

 

Butuh Bantuan? Kami Siap Membantu Anda

Bella AuliaNomor Telepon : 0811168525

Hallo, Bisa Saya Bantu? 00.00

Bapak BayuNomor Telepon : 08111789233

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

Bapak OnyNomor Telepon : 0811189565

Hallo, Bisa Saya Bantu? 00.00

Ibu AmbarNomor Telepon : 08111789231

Hai, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

DirmanNomor Telepon : 08111789131

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00