Jasa Cargo Laut Cargonesia Express

Jasa Cargo Laut merupakan perusahaan jasa pengiriman yang tergabung dalam Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Perusahaan ini bergerak di bidang logistik atau pendistribusian barang yang memiliki legalitas untuk melayani pengiriman barang dalam jumlah/volume/berat besar dengan menggunakan transportasi laut.

Saat ini jasa cargo laut menjadi opsi yang paling banyak dipilih oleh pebisnis, perusahaan maupun perseorangan karena kemudahan yang ditawarkan. Mengirimkan barang via cargo laut maka pengguna jasa bisa merasakan berbagai kemudahan, termasuk salah satunya biaya yang lebih murah selain tidak ada batas minimal berat/volume barang yang dikirimkan.

Prosedur Pengiriman via Cargo Laut

Umumnya pengiriman via cargo laut dilakukan mengacu pada pertimbangan ongkos kirim (freight rate) paling murah. Namun karena jarak tempuh yang mungkin lebih lama, maka kondisi barang kiriman yang mudah rusak (tidak tahan lama) menjadi hal yang harus dpertimbangkan.

Masih banyak pertimbangan lain, salah satunya produk dalam kemasan yang mudah rusak memerlukan perlakukan khusus untuk menjaga suhu tetap stabil. Untuk itu umumnya Maskapai Pelayaran menyediakan reefer container atau container yang dilengkapi pendingin. Suhu dalam cargo container berpendingin bisa diatur hingga tetap dikisaran -300 derajat Celsius dalam perjalanan.

Disamping menggunakan cargo container, pengiriman lewat jasa cargo laut juga bisa menggunakan fasilitas non-container. Pengiriman barang via kapal laut tanpa container ini disebut ekspedisi kapal curah (breakbulk).  Berikut uraian singkat terkait pengiriman menggunakan container maupun breakbulk (non-container).

Pengapalan dengan Container dan Kategori Barang Ekspor

Menggunakan container kering atau tanpa pendingin (dry container) relatif lebih aman dan lebih praktis. Untuk itu pengiriman yang jumlahnya terbatas (tidak terlalu besar) umumnya diangkut dalam container. Adapun kondisi pengapalan menggunakan container menurut pengirim maupun penerima dibedakan menjadi beberapa berikut ini.

  1. Full Container Load (FCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa muatan yang berada dalam SATU container dikirim oleh SATU Perusahaan Exportir untuk tujuan SATU Perusahaan Importir pada salah satu negera tujuan. Untuk biaya pengiriman dihitung berdasarkan per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
  2. Full Container Load (FCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa muatan dalam SATU container dikirim oleh SATU perusahaan Exportir dengan tujuan lebih dari SATU perusahaan importir di negara tujuan. Biaya pengirimannya juga dihitung per-container meskipun isinya kurang atau sama dengan 10 MT.
  3. Less Container Load (LCL)/Less Container Load (LCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container dikirim beberapa perusahaan eksportir sekaligus dari negara asal yang sama, dengan tujuan beberapa perusahaan importir di negara yang sama pula. Adapun ongkos pengirimannya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.
  4. Less Container Load (LCL)/Full Container Load (FCL). Ini menandakan bahwa dalam SATU container sekaligus dikirimkan oleh sejumlah perusahaan eksportir kepada SATU perusahaan importir. Biaya pengiriman umumnya dihitung per-MT/M3 mengacu pada berat/volume, atau tergantung dari ukuran atau satuan yang lebih besar.

Dalam hal ini maskapai pelayaran telah menyediakan cargo kapal cepat dengan rute (trayek) ke sejumlah negara secara periodic. Untuk mendapatkan informasi detail terkait rute yag ditetapkan masing-masing makapai, pihak eksportir bisa menghubungi sejumlah maskapai pelayaran yang diinginkan.

Kapasitas dan Pengamanan Container

Isi atau kapasitas container berbeda-beda, tergantung jenis maupun ukurannya. Secara umum ukuran container yang banyak disediakan di pelabuhan yaitu 20 feet dan 40 feet. Contoh paling mudah, sebuah dry container ukuran 20 feet sanggup memuat beras hingga 25 MT atau gula pasir hingga 26 MT yang dikemas didalam karung ukuran isi 50 kilogram.

Beralih ke sektor pengamanan container selama di perjalanan, meski container terbuat dari lembar baja yang kuat namun keamanan barang kiriman tetap harus jadi prioritas. Adapan langkah-langkah pengamanan container yang dilakukan oleh perusahaan jasa cargo laut diantaranya:

  1. Pengamanan Fisik Container. Container diperiksa terlebih dulu sebelum proses pemuatan barang. Disini apabila terdapat container yang sudah cacat secara fisik (berlubang/bocor) pengirim dapat menolak karena air bisa masuk ke dalam container sehingga merusak isinya. Setelah pemuatan barang, pintu ditutup dan digembok (jika container dimuat di luar pelabuhan). Seal atau segel pengaman juga harus dpastikan aman dan terpasang tepat di pintu container. Pengamanan fisik ini biasanya dilakukan setelah melalui pemeriksaan sebelum container diangkat ke kapal.
  2. Pengamanan Kualitas Barang. Barang disusun dalam container dengan menyisakan sedikit ruang untuk proses sirkulasi udara. Seluruh dinding dan atap container ditempel kertas untuk bahan penyerap air (embun) dan bahan penyerap lembab yang digantung. Ini untuk mengantisipasi kerusakan barang karena selama dalam perjalanan sering terjadi perubahan suhu di luar container yang menyebabkan pengembunan.

Transshipment dalam Angkutan Laut

Selain kapal cargo PELNI atau cargo kapal roro, pengiriman jarak jauh (misalnya tujuan Eropa, Jepang, Timur Tengah, Amerika, dll) juga menggunakan kapal besar (Ocean/Mother Vessel). Namun begitu kapal besar tersebut hanya berlayar hingga ke Pelabuhan Singapura saja. Oleh sebab itu barang yang akan dikirimkan ke negara-negara tersebut akan diangkut dari Pelabuhan di Singapura menggunakan Feeder Vessel atau First Carrier.

Dalam proses transshipment (di Pelabuhan Singapura) eksportr tidak perlu khawatir sebab container tidak akan dibuka. Artinya isi container termasuk segel/seal tetap utuh karena container hanya dipindahkan di kapal lain ke negara tujuan tanpa membongkar isinya. Proses pemindahaan atau transshipment di pelabuhan transit menjadi tugas dan tanggung jawab pihak Maskapai Pelayaran. Eksportir tidak perlu mengeluarkan biaya lagi.

Disini yang tertera dalam B/L adalah nama kapal pertama (Feeder First Carrier) yaitu kapal yang mengangkut container dari Indonesia ke Singapura. Sementara nama kapal kedua (2nd Carrier) yang mengangkut container dari Singapura ke pelabuhan di negara tujuan tidak disebutkan.

Jika barang ekspor jumlahnya besar (800 MT atau lebih) namun hanya dikirimkan ke pelabuhan jarak dekat (ke Singapura, Thailand, atau negara-negara di Asia Tenggara) bisa menyewa kapal curah (breakbulk). Dengan breakbulk atau tanpa container maka barang yang tidak dikemas bisa diletakkan di palka atau lambung kapal. Dengan demikian biaya pengiriman relatif lebih murah.

Seiring modernisasi trasnportasi yang semakin berkembang pesat maka kapal curah yang melayani rute eksport tertentu jumlahnya semakin berkurang. Karena itu sebelum memilih kapal curah (non-charter) untuk media pengiriman, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Maskapai Pelayaran. Disini eksportir atau pengguna jasa cargo laut juga bisa menyewa kapal LCT (Landing Craft Tank). Sewa kapal LCT cukup efisien untuk pengangkutan jenis barang-barang berat seperti alat berat (excavator, bulldozer, dll).

Proses Pengiriman Barang via Cargo Laut

Dalam proses pengapalan barang untuk container yang isinya full (FCL), tak hanya pihak eksportir dan Maskapai Pelayaran namun juga ada keterlibatan pihak Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) atau Perusahaan Freight Forwarder pada saat pengeluaran container dari derminal container dan pengurusan bea cukai.

Dalam hal ini EMKL atau Freight Forwarder memiliki peran penting terhadap semua hal yang ada hubungannya dengan pelabuhan. Termasuk diantaranya order tempat kapal hingga pembayaran ongkos angkut hingga saat mengeluarkan container menuju kapal pemuatan barang. Untuk proses pengurusan PEB biasanya eksportir dibantu oleh PPJK atau pihak lain yang berhubungan dengan Bea Cukai.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa Freight Forwarder merupakan bagian dari jasa cargo laut harus mempunyai pengalaman dan mampu mengkoordinasi apapun aktivitas yang berkaitan. Dengan demikian barang yang dikirimkan bisa sampai ke pelabuhan tujuan dengan ongkos kirim lebih murah dan sampai tepat waktu.

Butuh Bantuan? Kami Siap Membantu Anda

Klik untuk memulai chat

Customer Service 1

Ajat

Online

Customer Support 2

Ambar

Online

Customer Service 3

Dirman

Online

Ajat

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

Ambar

Hai, Ada yang bisa saya bantu? 00.00

Dirman

Halo, Ada yang bisa saya bantu? 00.00