“Coba cari ekspedisi laut ke Sorong. Barang sekitar 700 kg. Minta harga sama jadwalnya ya.”
Kelihatannya simpel.
Sampai mulai buka Google.
Ada yang menawarkan cargo laut per kg. Ada yang bicara kubikasi. Ada kapal PELNI, container, RORO, port to port, door to door. Ada harga yang kelihatannya murah, tetapi belum termasuk pengantaran. Ada juga estimasi yang cepat, tetapi ternyata kapal berikutnya baru berangkat beberapa hari lagi.
Akhirnya muncul pertanyaan yang sebenarnya cukup masuk akal:
Jadi, yang harus dibandingkan apanya?
Kalau Anda sedang mencari ekspedisi untuk kebutuhan kantor, toko, proyek, procurement, distribusi, atau sekadar sedang diminta atasan mencari vendor pengiriman, Anda tidak harus memahami seluruh istilah logistik terlebih dahulu.
Mulai dari lima data saja:
barang apa, berat berapa, ukurannya seberapa besar, berangkat dari mana, dan harus sampai ke mana.
Dari lima informasi itu, pilihan pengiriman biasanya mulai terlihat.
Karena untuk cargo laut, harga per kilogram memang penting.
Tapi harga per kilogram bukan seluruh ceritanya.
Lagi Cari Ekspedisi Laut? Mulai dari Sini
Secara sederhana, jasa ekspedisi laut adalah layanan pengiriman barang antarpulau yang menggunakan kapal sebagai moda utama, kemudian dapat dikombinasikan dengan transportasi darat untuk membawa barang dari atau menuju alamat tertentu.
Layanan ini banyak digunakan ketika barang sudah cukup besar atau berat, misalnya:
barang perusahaan mulai sekitar 100 kg,
stok atau barang dagangan,
spare part,
perlengkapan kantor atau cabang,
material proyek,
mesin,
barang beberapa pallet,
pengiriman dalam skala tonase,
hingga kendaraan dan muatan proyek tertentu.
Kenapa menggunakan laut?
Salah satu alasannya adalah kapasitas.
Kapal dapat membawa muatan dalam skala jauh lebih besar sehingga untuk pengiriman tertentu, biaya distribusinya dapat lebih efisien.
Tetapi jangan berhenti pada kata “lebih murah.”
Karena kalau salah memilih skema, harga awal yang terlihat murah belum tentu menjadi biaya akhir yang paling efisien.
700 Kg ke Sorong. Informasi Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan?
Kita pakai contoh yang dekat dengan pekerjaan sehari-hari.
Misalnya perusahaan Anda ingin mengirim 700 kg barang dari Jakarta ke Sorong.
Kalau hanya mengirim pesan:
“Pak, 700 kg ke Sorong berapa?”
vendor masih harus menanyakan beberapa hal lagi.
Barangnya apa?
700 kg itu terdiri dari 7 koli atau 70 koli?
Ukurannya kecil dan padat atau besar tetapi ringan?
Dikirim sampai pelabuhan atau harus sampai gudang penerima?
Ada target tanggal tiba?
Perlu pickup atau barang akan diantar sendiri?
Itulah sebabnya quotation cargo terkadang tidak bisa hanya dibuat dari dua informasi: berat + kota tujuan.
Cara paling cepat justru memberikan data yang cukup sejak awal.
Contohnya:
Jakarta → Sorong
Spare part mesin
14 koli
Total ±700 kg
Dimensi terlampir
Pickup: Cikarang
Tujuan: alamat gudang di Sorong
Target berangkat: minggu depan
Dengan informasi seperti itu, vendor tidak perlu menebak-nebak.
Anda pun lebih cepat mendapatkan penawaran yang bisa dibandingkan.
Per Kg, Per Kubik atau Per Container?
Ini bagian yang sering bikin orang yang baru menangani pengiriman bertanya-tanya.
Jawabannya:
tergantung barangnya.
Barang padat dan cukup berat
Misalnya spare part, komponen mesin, material tertentu, atau barang dalam kardus dengan ukuran normal.
Perhitungan berdasarkan kilogram dapat digunakan sesuai ketentuan rute dan layanan.
Barang ringan tetapi makan tempat
Misalnya barang mempunyai berat hanya 300 kg, tetapi volumenya memenuhi beberapa meter kubik.
Di sini ukuran barang mulai berpengaruh.
Karena ruang yang digunakan dalam proses pengangkutan juga mempunyai nilai.
Barang sudah beberapa ton
Nah, kalau sudah sampai tahap ini, jangan cuma bertanya:
“Harga per kg berapa?”
Tanyakan juga:
“Dengan volume sebanyak ini, ada opsi pengiriman yang lebih efisien nggak?”
Karena ketika volume terus membesar, opsi container 20 feet atau 40 feet mulai layak dibandingkan dengan cargo konsolidasi.
Jadi jangan terpaku pada satuan harga.
Yang dicari adalah total biaya paling rasional untuk karakter barang Anda.
PELNI, Kapal Cargo, Container atau RORO?
Tidak perlu hafal semua istilahnya.
Cukup pahami fungsi dasarnya.
PELNI
Untuk sejumlah tujuan di Maluku dan Papua, kapal PELNI menjadi salah satu alternatif pengiriman karena mempunyai jaringan pelayaran menuju berbagai pelabuhan di Indonesia Timur.
Beberapa tujuan yang sering dicari antara lain:
Ambon, Ternate, Namlea, Tual, Dobo, Sorong, Manokwari, Fakfak, Nabire, Kaimana dan Jayapura.
Untuk rute tertentu, pengiriman dapat dilakukan dari Jakarta menuju pelabuhan tujuan menggunakan jadwal kapal yang tersedia.
Hal yang perlu diperhatikan justru tanggal keberangkatannya.
Karena estimasi pengiriman laut bukan hanya:
berapa hari kapal berlayar.
Tetapi:
barang masuk → menunggu jadwal → kapal berangkat → kapal tiba → barang diproses → delivery ke alamat.
Kalau barang dibutuhkan untuk proyek pada tanggal tertentu, bagian ini penting.
Kapal Container
Untuk distribusi barang antarpulau dalam jumlah besar, kapal container merupakan pilihan yang sangat umum.
Muatan dapat dikonsolidasikan atau menggunakan container secara penuh tergantung volumenya.
Container yang lazim digunakan antara lain 20 feet dan 40 feet.
Kalau pengiriman perusahaan mulai rutin atau volumenya beberapa ton, minta vendor membandingkan beberapa skema.
Jangan berasumsi bahwa cargo per kg selalu lebih murah.
Sebaliknya, jangan pula berasumsi bahwa satu container pasti lebih ekonomis.
Hitung dulu.
Kapal RORO
RORO atau Roll-on/Roll-off berbeda lagi.
Moda ini banyak digunakan untuk kendaraan karena unit dapat masuk dan keluar kapal melalui ramp.
Misalnya:
mobil,
pick-up,
truk,
kendaraan operasional,
serta unit tertentu yang memenuhi persyaratan kapal.
Jadi kalau perusahaan Anda ingin mengirim 10 mobil operasional ke luar pulau, jangan mencari harga dengan keyword cargo laut per kg.
Kebutuhannya sudah berbeda.
Barang Saya Sebaiknya Pakai Apa?
Tidak perlu menjadikan ini rumit.
| Yang Akan Dikirim | Opsi yang Bisa Dicek |
|---|---|
| General cargo ±100 kg ke atas | Cargo laut / PELNI sesuai rute |
| Barang ratusan kilogram | Cargo laut, cek berat & volume |
| Barang beberapa ton | Bandingkan cargo dengan container |
| Muatan rutin perusahaan | Container / skema distribusi reguler |
| Mobil atau kendaraan | RORO / moda khusus kendaraan |
| Mesin | Cek berat, dimensi & kebutuhan handling |
| Material proyek | Cargo/project cargo sesuai spesifikasi |
| Barang menuju site | Laut + distribusi darat |
| Banyak unit kendaraan | Fleet / RORO / kombinasi moda |
Ini bukan rumus mutlak.
Tapi setidaknya Anda sudah tahu pertanyaan apa yang harus diajukan ketika meminta quotation.
Kenapa Harga Cargo Laut dari Dua Vendor Bisa Beda?
Ini juga sering terjadi.
Vendor A memberikan RpX/kg.
Vendor B terlihat sedikit lebih mahal.
Apakah otomatis Vendor A lebih murah?
Belum tentu.
Cek dulu apa yang termasuk.
Misalnya:
Apakah sudah termasuk pickup?
Kalau belum, Anda masih harus menghitung biaya dari gudang menuju titik penerimaan cargo.
Sampai pelabuhan atau alamat?
Harga port-to-port tentu tidak bisa dibandingkan langsung dengan harga yang sudah mencakup delivery sampai alamat penerima.
Ada biaya handling tambahan?
Tanyakan dari awal.
Berat atau kubikasi?
Pastikan kedua vendor menghitung dengan dasar yang sama.
Direct atau transit?
Rute perjalanan juga perlu diperiksa.
Jadwal kapalnya kapan?
Tarif menarik tidak banyak membantu kalau jadwal keberangkatannya tidak sesuai kebutuhan perusahaan.
Jadi ketika procurement atau atasan meminta:
“Coba compare tiga vendor.”
Jangan buat tabel yang hanya mempunyai kolom harga/kg.
Minimal bandingkan:
Harga | Moda | Jadwal | Estimasi | Pickup | Delivery | Scope | Catatan
Baru perbandingannya apple-to-apple.
Door to Door, Port to Door, Port to Port — Nggak Serumit Namanya
Istilahnya terdengar teknis, konsepnya sebenarnya sederhana.
Door to Door
Barang ditangani dari titik asal yang disepakati sampai alamat penerima.
Cocok ketika perusahaan ingin proses lebih praktis dan tidak ingin mencari kendaraan lagi setelah barang tiba di kota tujuan.
Port to Door
Pengiriman dimulai dari pelabuhan atau titik cargo yang disepakati dan berakhir di alamat penerima.
Port to Port
Barang dikirim antarpelabuhan.
Transportasi menuju pelabuhan asal dan dari pelabuhan tujuan diatur terpisah.
Yang perlu ditanyakan bukan:
“Mana yang paling bagus?”
Tetapi:
“Perusahaan saya butuh tanggung jawab vendor sampai titik mana?”
Itu jauh lebih mudah dijawab.
Kirim ke Sulawesi, Maluku atau Papua? Jangan Cuma Lihat Jarak di Google Maps
Ini menarik.
Secara visual, dua kota bisa terlihat tidak terlalu jauh.
Tetapi jalur logistiknya belum tentu sama.
Pengiriman barang antarpulau mengikuti jaringan kapal, pelabuhan, jadwal keberangkatan, titik transit dan jaringan distribusi darat.
Itulah sebabnya pengiriman ke Indonesia Timur perlu dilihat berdasarkan rute aktual.
Cargonesia melayani pengiriman barang ke berbagai tujuan di Sulawesi, Maluku dan Papua, baik untuk kebutuhan retail cargo, perusahaan maupun project cargo.
Untuk beberapa tujuan tersedia jalur yang relatif langsung.
Untuk wilayah lainnya, barang dapat membutuhkan kombinasi:
Jakarta → pelabuhan utama → perjalanan laut → pelabuhan tujuan → trucking/distribusi lokal → alamat penerima.
Di sinilah mengetahui alamat lengkap menjadi penting.
Karena nama provinsi saja belum cukup untuk menghitung distribusi.
“Barang Saya Cuma 100 Kg.” Bisa Pakai Cargo Laut?
Bisa untuk rute dan jenis barang yang memenuhi ketentuan.
Cargonesia pada umumnya menangani retail cargo mulai sekitar 100 kg.
Tetapi karakter kebutuhan 100 kg tentu berbeda dengan 500 kg atau 5 ton.
Sekitar 100 kg
Fokus utamanya biasanya mendapatkan rute yang tersedia dan struktur ongkir yang masuk akal.
500 kg
Mulai cek dimensi dan volume.
Pada berat ini, selisih metode perhitungan sudah semakin terasa.
1 ton
Minta harga berdasarkan total tonase.
Jangan otomatis mengalikan tarif pengiriman 100 kg sebanyak sepuluh kali.
Beberapa ton
Mulai tanyakan alternatif.
Cargo konsolidasi?
Container?
Atau skema lain?
Semakin besar shipment, semakin penting melihat total logistics cost, bukan sekadar tarif satuannya.
Untuk Barang Project, Foto Sering Lebih Berguna daripada Penjelasan Panjang
Kalau barang yang dikirim bukan kardus biasa, jangan hanya mengetik:
“Mesin, berat 2 ton.”
Kirim fotonya.
Lebih bagus lagi kalau dilengkapi:
panjang,
lebar,
tinggi,
berat,
jumlah unit,
kondisi barang,
lokasi pickup,
alamat tujuan,
serta target keberangkatan.
Kenapa?
Karena mesin 2 ton belum tentu bisa diperlakukan sama dengan mesin 2 ton lainnya.
Satu mungkin bisa diangkat forklift.
Yang lain membutuhkan crane.
Satu bisa masuk truk biasa.
Yang lain membutuhkan kendaraan khusus.
Pada project cargo, detail kecil bisa mengubah metode kerja.
Dan perubahan metode kerja hampir selalu berpengaruh terhadap biaya.
Kalau Targetnya Murah, Jangan Mulai dari “Minta Diskon”
Ada cara yang lebih efektif.
Berikan data yang lengkap.
Vendor yang memahami barang Anda mempunyai peluang lebih besar untuk menemukan skema yang efisien.
Kemudian cek apakah:
barang bisa dikonsolidasikan,
keberangkatan bisa disesuaikan jadwal kapal,
pickup benar-benar dibutuhkan,
delivery tujuan bisa digabung,
tonase memungkinkan harga volume,
atau jumlah barang sudah layak dibandingkan dengan container.
Kadang penghematan terbesar bukan datang dari diskon Rp200/kg.
Tetapi dari mengubah cara barang tersebut dikirim.
Jangan Kejar Jadwal Kapal di Hari Terakhir
Kalau pengiriman berhubungan dengan pekerjaan perusahaan, procurement, opening cabang, maintenance, tender, event atau proyek, sisakan buffer waktu.
Ada cutoff cargo.
Ada proses penerimaan.
Ada jadwal kapal.
Ada proses bongkar.
Dan bisa ada distribusi lanjutan setelah barang tiba.
Karena itu pertanyaan yang lebih berguna bukan:
“Perjalanan lautnya berapa hari?”
Melainkan:
“Kalau barang kami ready tanggal 10, estimasi keberangkatan terdekat kapan dan kira-kira sampai alamat kapan?”
Konteksnya menjadi jauh lebih jelas.
Satu Hal Lagi: Jangan Samarkan Isi Barang
Ini penting.
Barang berbahaya, bahan mudah terbakar, bahan peledak, zat kimia tertentu, barang ilegal, dan barang yang dibatasi regulasi tidak boleh diasumsikan sebagai general cargo biasa.
Kalau barang mempunyai karakter khusus, sampaikan sejak awal.
Kirim nama barang, spesifikasi, foto, dan dokumen pendukung bila diperlukan.
Lebih baik vendor mengatakan perlu pemeriksaan lebih lanjut daripada barang sudah masuk proses kemudian bermasalah karena informasi awal tidak sesuai.
Template Chat untuk Minta Harga Cargo Laut
Kalau Anda sedang membuka artikel ini sambil diminta mencari vendor, bagian ini bisa langsung dipakai sebagai checklist.
Siapkan:
Asal: Jakarta/Cikarang/dll.
Tujuan: kota + alamat lengkap
Barang: jenis barang
Jumlah: koli/unit/pallet
Berat total: … kg
Dimensi: P × L × T
Pickup: perlu/tidak
Target kirim: tanggal/periode
Foto barang: lampirkan
Selesai.
Dari informasi tersebut, tim Cargonesia dapat memeriksa:
rute → moda → jadwal → estimasi → ongkir → scope pengiriman.
Anda kemudian punya data yang lebih jelas untuk dibandingkan atau diajukan kepada atasan.
FAQ Ekspedisi Laut
Berapa minimal barang untuk menggunakan ekspedisi laut?
Untuk layanan retail cargo Cargonesia, pengiriman pada umumnya mulai sekitar 100 kg. Ketentuan dapat berbeda berdasarkan jenis barang dan rute tujuan.
Cargo laut dihitung per kg atau kubik?
Keduanya dapat digunakan tergantung karakter muatan. Barang padat cenderung berkaitan dengan berat aktual, sedangkan barang yang ringan tetapi berukuran besar perlu diperiksa volumenya.
Apakah 500 kg bisa dikirim lewat kapal?
Bisa untuk jenis barang dan rute yang memenuhi ketentuan. Informasikan berat, volume, jenis barang, asal dan tujuan agar moda yang sesuai dapat diperiksa.
Apakah barang bisa dijemput dari kantor atau gudang?
Kebutuhan pickup dapat dihitung berdasarkan lokasi, jenis barang, jumlah muatan dan kendaraan yang diperlukan.
Apakah bisa dikirim sampai alamat penerima?
Bisa untuk rute dengan dukungan distribusi lanjutan. Alamat lengkap diperlukan untuk menghitung biaya dan menentukan kendaraan yang sesuai.
Lebih murah PELNI atau container?
Tergantung rute, berat, volume, jadwal dan jumlah barang. Tidak ada satu metode yang selalu lebih murah untuk seluruh pengiriman.
Kalau barang lebih dari satu ton apakah ada harga khusus?
Untuk tonase besar sebaiknya meminta quotation berdasarkan jumlah aktual. Jangan menggunakan tarif shipment kecil sebagai satu-satunya acuan karena struktur pengiriman dapat berbeda.
Apakah bisa kirim barang proyek?
Bisa untuk barang yang memenuhi persyaratan pengangkutan. Untuk mesin, material, unit besar atau barang proyek, sebaiknya sertakan foto, berat, dimensi, lokasi pickup dan tujuan.
Apakah bisa kirim kendaraan lewat laut?
Bisa. Kendaraan dapat menggunakan RORO atau metode lain sesuai rute, jenis dan kondisi unit. Pengiriman kendaraan mempunyai perhitungan tersendiri dan tidak disamakan dengan general cargo per kilogram.
Berapa lama pengiriman cargo laut?
Tergantung rute dan jadwal aktual kapal. Untuk kebutuhan dengan deadline, tanyakan berdasarkan tanggal barang siap: kapan keberangkatan yang tersedia dan estimasi kapan barang dapat diterima.
Lagi Pegang Tugas Cari Vendor Cargo? Bikin Simpel.
Anda tidak perlu menjadi orang logistik untuk mulai mencari solusi pengiriman.
Dan Anda juga tidak perlu sudah tahu apakah barang harus naik PELNI, kapal container, RORO atau moda lainnya.
Itu bagian yang seharusnya dibantu oleh vendor.
Yang perlu Anda pegang adalah data barangnya.
Apa yang dikirim.
Berapa jumlahnya.
Berapa berat dan ukurannya.
Dari mana.
Ke mana.
Kapan dibutuhkan.
Kirim data tersebut ke Cargonesia.
Tim akan mengecek kemungkinan rute, moda, jadwal dan biaya pengiriman berdasarkan kebutuhan tersebut.
Kalau hasilnya cocok, lanjutkan.
Kalau belum, setidaknya Anda sudah mempunyai informasi yang lebih jelas untuk mengambil keputusan atau melaporkannya kepada atasan.
Karena pada akhirnya, tugas Anda bukan mencari istilah logistik paling rumit.
Tugas Anda adalah memastikan barang perusahaan sampai ke tempat yang dibutuhkan dengan skema yang bisa dipertanggungjawabkan.


















0 Comments